Klasifikasiatas saham ini akan diatur lebih lanjut dalam anggaran dasar suatu perseroan, di mana anggaran dasar tersebut dapat menetapkan satu klasifikasi saham atau lebih.[1] Dalam hal terdapat lebih dari 1 (satu) klasifikasi saham, anggaran dasar menetapkan salah satu di antaranya sebagai saham biasa.[2] Asersi(assertion) adalah pernyataan manajemen yang terkandung di dalam komponen laporan keuangan. Asersi (assertion) adalah suatu deklarasi, atau suatu rangkaian deklarasi secara keseluruhan, oleh pihak yang bertanggung jawab atas deklarasi tersebut. Jadi, asersi adalah pernyataan yang dibuat oleh satu pihak yang secara implisit dimaksudkan untuk digunakan oleh pihak lain (pihak ketiga Ya jalan raya memiliki klasifikasi berbeda-beda walaupun intinya digunakan sebagai prasarana berlalu lintas. Dalam Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004, jalan dibagi menjadi dua jenis, yakni berdasarkan fungsi dan jenisnya. Pada dasarnya, ada empat klasifikasi jalan raya berdasarkan fungsi, yaitu jalan arteri, jalan kolektor, jalan lokal, dan Teknologiini diharapkan menjadi akselerator divisi TI perusahaan dalam memperkuat performa, efisiensi, serta kemampuan dalam mengelola cloud dan data perusahaan. Tak heran jika berbagai jenis dan klasifikasi Big Data wajib diimplementasikan dalam bisnis, mengingat keberadaannya untuk mengumpulkan data, membaca nilai, menganalisis dan hal lainnya. Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Penggolongan Akuntansi demi Kemudahan Membuat Laporan Keuangan Penggolongan Akuntansi demi Kemudahan Membuat Laporan Keuangan Terdapat banyak sekali istilah yang terdapat di dalam akuntansi. Salah satu istilah yang sering muncul di dalamnya adalah akun. Nah, akun tersebut terbagi menjadi beberapa golongan yang umumnya dikenal dengan penggolongan akuntansi. Keberadaan akun tersebut sangat penting untuk mencatat berbagai kegiatan transaksi keuangan atau sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Akun menjadi seperti suatu tempat yang bisa menyimpan setiap kegiatan finansial usaha secara lebih detail Dalam menyajikan akun, maka Anda harus membuat informasi finansial usaha secara lebih logis, sistematis, dan lebih mudah untuk dianalisa. Sehingga, proses pengambilan keputusan bisnis bisa dilakukan lebih akurat dan relevan. Dalam kesempatan kali ini, kami akan membahas penggolongan akun yang umumnya digunakan oleh para akuntan. Apa saja? baca artikel tentang penggolongan akuntansi di bawah ini hingga selesai. Penggolongan Akuntansi Berdasarkan jenisnya, terdapat beberapa akun akuntansi yang digolongkan, yaitu 1. Akun Harta asset Terdapat banyak sekali istilah di dalam akun harta, ada yang menyebutnya sebagai akun aset dan ada juga yang menyebutnya dengan akun aktiva. Keduanya tetap sama walaupun berbeda penyebutan. Aset atau aktiva merupakan harta yang dimanfaatkan oleh pihak perusahaan untuk menjalankan operasional perusahaan. Harta pun digolongkan lagi berdasarkan kelancarannya, seperti harta lancar, jangka panjang, investasi, harta berwujud, harta tetap, dan masih banyak lagi. Harta Lancar Harta lancar dalam hal ini bisa berupa uang kas ataupun kas banyak yang umumnya bisa dikonversi menjadi uang tunai. Disebut sebagai harta lancar karena penggunaannya bisa dilakukan kurang dari waktu satu tahun. Beberapa contoh harta lancar adalah seperti piutang, kas, wesel, perlengkapan, persediaan barang, biaya di muka, dividen, pendapatan yang masih diterima, surat berharga, serta prive. Harta Tetap Aktiva tetap atau harta tetap adalah harta yang sifatnya tetap dan mempunyai jangka perputaran waktu yang lebih dari satu tahun. Keberadaan harta ini bisa digunakan untuk operasional bisnis, jadi bukan untuk dijual kembali. Beberapa contoh dari harta tetap adalah alat pengangkutan, peralatan kantor, mesin, gudang, tanah, dan lain sebagainya. Harta Tak Berwujud Harta tidak berwujud biasanya diperoleh dari adanya kreativitas dan hasil pemikiran seseorang yang mempunyai hak istimewa dan menguntungkan untuk perusahaan dalam mencapai laba. Beberapa contoh harta tidak berwujud adalah hak cipta dan hak paten. Baca juga Mengenal Bukti Transaksi Internal dan Bedanya dengan Transaksi Eksternal 2. Akun Kewajiban Hutang Penggolongan akuntansi yang kedua adalah akun kewajiban atau yang biasa disebut dengan akun hutang. Kewajiban adalah suatu pengorbanan ekonomi yang umumnya dilakukan oleh badan perusahaan agar bisa meningkatkan modal bisnisnya. Pihak perusahaan nantinya harus membayar pada pihak lain yang sudah meminjamkan modal dananya tersebut. Hutang yang terjadi pada perusahaan sudah sangat lumrah terjadi dan banyak dilakukan oleh perusahaan karena adanya kebutuhan atau transaksi di masa lalu. Akun utang pun dibagi lagi berdasarkan waktu penyelesaiannya, yaitu Utang Lancar Utang lancar adalah utang yang bisa dilunasi oleh pihak perusahaan dalam kurun waktu yang singkat, yang mana umumnya kurang dari 12 bulan. Utang ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memerlukan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional, seperti membeli alat produksi, membayar upah karyawan, dan lain-lain. Utang Jangka Pendek Biasanya, perusahaan akan melakukan pinjaman pada pihak bank untuk utang jangka pendek. Utang tersebut dilakukan dengan kurun waktu 2 hingga 3 tahun. Umumnya, utang ini digunakan sebagai utang hipotik dan obligasi untuk perusahaan. Utang Jangka Panjang Sama seperti namanya, utang jangka panjang menjadi utang yang dilakukan dengan kurun waktu pinjaman yang cukup lama, umumnya sekitar 10 tahun. Perusahaan biasanya akan mengambil utang dengan jumlah yang cukup besar, sehingga waktu pelunasannya pun cukup lama, dan cicilannya juga lebih ringan. 3. Akun Modal Penggolongan akuntansi yang selanjutnya adalah akun modal. Akun modal adalah selisih aset dan kewajiban perusahaan. Sumber modal bisa diperoleh dari kas perusahaan, saham, investor, pemilik, obligasi, investasi, dan lain sebagainya. Modal menjadi hak dari pemilik perusahaan itu sendiri. Keberadaan modal ini sangat penting dana akan selalu dicatat di dalam laporan keuangan. Karena, modal adalah informasi penting bagi pihak manajemen dalam melihat kondisi atau status keuangan perusahaan. Baca juga Mengenal Akuntabilitas Publik dan Berbagai Manfaatnya 4. Akun Pendapatan Akun pendapatan adalah seluruh penerimaan laba yang dihasilkan perusahaan dari proses bisnis atau menjual aset dalam kurun waktu satu periode. Di dalam dunia akuntansi, pendapatan terbagi menjadi dua jenis, yaitu Pendapatan usaha yakni pendapatan yang didapat dari kegiatan jual beli perusahaan dan menjadi sumber utama perusahaan. Pendapatan Di luar Usaha yakni pendapatan yang berasal dari kegiatan utama perusahaan. Contohnya pendapatan bunga ataupun biaya sewa dan bisa berasal dari penjualan beberapa aset yang dilakukan oleh pihak perusahaan. 5. Akun Beban Penggolongan akuntansi yang terakhir adalah akun beban. Akun ini sering disamakan dengan kewajiban. Padahal keduanya jelas berbeda. Beban adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pihak perusahaan untuk kebutuhan operasional bisnis agar bisa terus memperoleh penghasilan. Akun beban pun terbagi menjadi dua jenis, yaitu Beban Usaha Selain utang, perusahaan pun memiliki beban. Beban menjadi suatu pengeluaran yang rutin dikeluarkan oleh perusahaan demi mendukung berjalannya operasional perusahaan agar bisa memperoleh keuntungan yang lebih layak. Beberapa contohnya adalah membayar upah, tagihan air, listrik, internet, telepon, dan lain sebagainya. Beban Di Luar Usaha Pihak perusahaan juga bisa menanggung beban yang berada di luar operasional bisnisnya. Contohnya adalah seperti beban yang dikeluarkan untuk membayar bunga serta mengurus administrasi perbankan. Baca juga Mengenal Penghasilan Neto dan Bedanya Dengan Penghasilan Bruto Kesimpulan Jadi, penggolongan akuntansi adalah kegiatan yang sangat penting di setiap perusahaan agar bisa lebih mudah dalam melakukan pembukuan. Bila pembukuan bisa dilakukan dengan baik, maka akan semakin memudahkan dalam menginputnya di laporan keuangan perusahaan. Namun, saat ini Anda bisa lebih mudah dalam melakukan penggolongan akuntansi dan juga membuat laporan keuangan dengan menggunakan software akuntansi dan bisnis dari Accurate Online. Accurate Online adalah software akuntansi yang dikembangkan dengan basis cloud untuk memudahkan para pebisnis dan akuntan dalam melakukan pembukuan hingga menjadi laporan keuangan. Di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan fitur penjualan, pembelian, persediaan, perpajakan, manufaktur, dan fitur luar biasa lainnya yang akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien. Ayo coba Accurate Online sekarang juga selama 30 hari gratis dengan klik banner di bawah ini. Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 6 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link Akun perkiraan/rekening adalah daftar formulir yang digunakan untuk mencatat dan menggolong-golongkan transaksi yang sejenis. Perkiraan dapat digolongkan menjadi dua yaitu 1. Perkiraan Neraca Riil, yaitu suatu perkiraan yang pada akhir periode akuntansi dilaporkan sebagai unsur neraca. Perkiraan Neraca terdiri dari / Aktiva / assets. / Kewajiban / liabilities / capital. 2. Perkiraan Rugi Laba Nominal, yaitu suatu perkiraan yang pada akhir periode akuntansi dilaporkan sebagai unsur rugi/laba. Perkiraan Rugi-Laba terdiri dari 1. Pendapatan / revenue. 2. Beban / expenses. Harta / Aktiva adalah kekayaan atau sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan berupa benda berwujud dan tidak berwujud hak, yang mempunyai nilai uang dan akan mendatangkan manfaat pada masa akan datang. Kekayaan tersebut merupakan sumber daya bagi perusahaan untuk melakukan usaha. Aktiva / Harta diklasifikasikan ke dalam Aktiva lancar Current Assets Aktiva lancar adalah kekayaan perusahaan yang berupa uang tunai kas dan saldo rekening giro di Bank serta kekayaan lain yang dapat dicairkan menjadi uang tunai atau rekening giro di Bank, yang dapat dijual atau dipakai habis dalam waktu satu tahun siklus operasi normal. Antara waktu satu tahun dengan siklus operasi normal perusahaan dipilih mana yang lebih panjang. Siklus operasi normal adalah perputaran modal kerja dari kas dan giro bank sampai kemudian menjadi kas atau giro Bank kembali. Yang termasuk Aktiva Lancar antara lain Kas, yaitu uang tunai, cek saldo rekening giro di Bank atau alat pembayaran lainnya yang dapat diterima oleh Bank sebesar nilai nominalnya. Surat Berharga,yaitu surat berharga yang berupa saham dan obligasi yang segera dapat diuangkan atau dijual di bursa efek/bank. Wesel Tagih Piutang wesel, yaitu surat perintah membayar/kesanggupan membayar sejumlah uang pada orang tertentu dan pada tanggal tertentu. Sebelum tanggal jatuh tempo wesel tagih ini dapat dijual ke bank dengan nilai tunai yang diterima lebih rendah dari nilai nominalnya. Piutang Usaha, yaitu tagihan kepada pihak lainyang terjadi karena penjualan barang atau jasa tanpa disertai janji tertulis. Persediaan barang dagangan,yaitu barang yang dibeli tanpa diproses diolah kembali yang siap untuk dijual kembali. Beban dibayar dimuka Porsekot,yaitu pembayaran dimuka yang belum menerima prestasi/jasa. Misalnya; sewa dibayar dimuka/porsekot sewa. Perlengkapan, yaitu bahan-bahan habis pakai tidak dapat dipakai lagi. Misalnya Pelerngkapan Kantor Kertas, tinta, perangko dan lain-lain. Perlengkapan Toko kertas bungkus, tali dan lain-lain. Investasi Jangka Panjang Long Term Investment Investasi jangka panjang merupakan bentuk penyertaan yang dilakukan untuk beberapa tahun, yang tujuannya bukan untuk menunjang kegiatan operasi pokok perusahaan dan tidak mengganggu kegiatan normal perusahaan. Investasi jangka panjang ini tujuannya untuk Memperoleh keuntungan di masa mendatang. Menguasai perusahaan lain. Yang termasuk investasi jangka panjang antara lain Investasi penyertaan saham, yang tidak akan dijual kurang dari satu tahun. Investasi dalam obligasi, yang tidak akan dijual kurang dari satu tahun. Dana untuk melunasi utang jangka panjang. Aktiva Tetap Fixed Assets Yang dimaksud Aktiva tetap ialah kekayaan berwujud yang digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, yang mempuntai manfaat umur ekonomis lebih dari 1 tahun dan tidak dimaksudkan untuk dijual sebagai barang dagangan serta nilainya material. Dari pengertian ini Aktiva tetap mengandung lima unsur yaitu kekayaan berwujud, untuk kegiatan normal, umur ekonomisnya lebih dari satu tahun, tidak untuk dijual sebagai barang dagangan dan nilainya matrial nilainya berarti atau tinggi. Sehingga Aktiva yang tidak digunakan dalam kegiatan operasi normal tidak boleh dikelompokkan pada Aktiva tetap, misalnya mesin yang belum digunakan dalam kegiatan normal perusahaan. Umur ekonomis merupakan umur Aktiva tetap mulai dari pembelian sampai dengan Aktiva itu secara ekonomis kurang menguntungkan, yang berarti umur eknomisnya habis. Di samping itu Aktiva tetap juga mempunyai umur teknis, yaitu umur Aktiva tetap sampai dengan Aktiva tetap itu secara teknis sudah tidak dapat dipakai lagi. Berarti umur teknis lebih lama dari umur ekonomis. Yang termasuk Aktiva tetap antara lain tanah untuk lokasi usaha, gedung, mesin-mesin produksi, perlatan, kendaraan dan lain-lain. Aktiva ini disajikan dalam laporan neraca berdasarkan harga perolehan. Kecuali untuk tanah, harga perolehan Aktiva tetap ini dialokasikan kepada periode-periode akuntansi yang menerima manfaatnya. Jumlah yang dialokasikan pada periode yang berjalan disebutpenyusutan depresiasi yang dicatat pada perkiraan akumulasi penyusutan. Karena penyusutan diadakan tiap-tiap akhir periode tiap Tahun maka akumulasi penyusutan makin lama makin bertambah. Nilai buku akiva tetap sama dengan Harga Perolehan dikurangi Penyusutan. Aktiva Tak Berwujud Intangible Assets Aktiva ini merupakan Aktiva yang tidak mempunyai wujud fisik, tetapi berupa hak istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Yang termasuk Aktiva tak berwujud antara lain Goodwiil,merupakan keunggulan komperartif yang melekat pada perusahaan secara keseluruhan. Goodwiil memungkinkan perusahaan memperoleh laba yang lebih tinggi dari rata-rata laba perusahaan sejenis dan sebanding. Goodwiil dapat diketahui dari Produk yang terkenal mempunyai kualitas tinggi; Keunggulan dan keprofesionalan manajemen; Organisasi dan jalur pemasaran yang efisien dan efektif; Lokasi perusahaan yang strategis; Nama perusahaan yang dikenal luas. Hak Paten,yaitu hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah Direktorat Paten kepada perusahaan atau perorangan untuk memanfaatkan penemuan baru. Hak cipta, yaitu yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan atau perseorangan untuk memperbanyak atau menjual brang-barang hasil karya seni atau karya intelektual karya tulisan. Merek dagang / trade mark, yaitu hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah kepada orang atau badan usaha untuk menggunakan cap, nama, atau lambang usaha. Frachise, yaitu hak tunggal atau hak istimewa yang diperoleh suatu perusahaan dari perusahaan lain, pemerintah, atau perorangan untuk mengkomersialkan produk proses, teknik atau resep tertentu. Aktiva tak berwujud inipun tiap tahun disusutkan yang disebut amortisasi. Aktiva Lain-Lain Aktiva lain-lain yaitu kekayaan perusahaan yang tidak dapat digolongkan kedalam empat kelompok Aktiva sebelumnya lancar, investasi jangka panjang, Aktiva tetap dan Aktiva tak berwujud. Yang termasuk Aktiva lain-lain antara lain mesin yang tidak dipakai dalam operasi biaya pra operasi biaya emisi saham walaupun Aktiva diklasifikasikan menjadi lima, tetapi tidak semua perusahaan memiliki seluruhnya. Pada umumnya perusahaan memiliki lengkap kelima macam Aktiva itu adalah perusahaan-perusahaan besar. Sedangkan perusahaan kecil hanya mempunyai Aktiva lancar dan Aktiva tetap saja. Kewajiban / Utang kewajiban merupakan pengorbanan ekonomis yang wajib dilakukan oleh perusahaan di masa yang akan datang, dalam bentuk penyerahan Aktiva atau pemberian jasa yang disebabkan oleh transaksi pada masa sebelumnya. Karena salah satu sumber kekayaan berasal dari kreditur, maka kreditur akan mempunyai tuntutan klaim terhadap Aktiva perusahaan, sehingga utang merupakan kewajiban yang harus dilunasi perusahaan kepada kreditur. Kewajiban di klasifikasikan menjadi Kewajiban Lancar/utang Lancar jangka pendek, yaitu kewajiban yang harus dilunasi dalam waktu tidak lebih dari 1 tahun kuran dari 1 tahun. Yang termasuk kewajiban lancar antara lain Utang Usaha, yaitu utang yang timbul karena pembelian barang atau jasa secara kredit. Utang Wesel Wesel Bayar, yaitu utang yang disertai janji tertulis promes = surat kesanggupan membayar. Beban Yang Masih Harus Dibayar, misalnya bungan yang masih dibayar utang bunga, Gaji yang masih Harus dibayar utang gaji dan lain-lain. Pendapatan yang diterima dimuka, misalnya sewa diterima di muka, bunga diterima dimuka, dan lain-lain. Kewajiban Jangka Panjang, yaitu utang perusahaan yang harus dilunasi dalam waktu lebih dari 1 tahun. Kewajiban jangka panjang terdiri dari Utang Obligasi, utang ini timbul apa bila perusahaan mengeluarkan menjual obligasi. Utang hipotikadalah pinjaman dari bank yang menggunakan jaminan harta tetap rumah atau tanah. Kredit investor, dapat berupa KIK Kredit Investasi Kecil, kredit ini tujuannya untuk investasi misal membeli tambahan mesin, rehab gedung, dan lain-lain. Dapat pula berupa KMKP Kredit Modal Kerja Permanen, kredit ini tujuannya untuk modal kerja, misalnya untuk pembelian bahan baku. Kewajiban lain-lain, yaitu utang perusahaan yang tidak dapat digolongkan/dikelompokkan pada kewajiban lancar maupun kewajiban jangka panjang. Yang termasuk kewajiban lain-lain diantaranya Pendapatan yang ditangguhkan, misal sewa diterima di muka yang jangka waktunya lebih dari 1 tahun. Utang pada direksi, dan lain-lain. Modal / Capital sumber kekayaan di samping dari pinjaman kredit juga berasal dari pemilik, sehingga pemilik juga mempunyai hak atas kekayaan Aktiva perusahaan. Sumber kekayaan dari pemilik inilah yang disebut sebagai Modal. Oleh sebab itu yang disebut modal adalah hak pemilik atas Aktiva perusahaan atau utang perusahaan kepada pemilik. Karena kreditur mempunyai hak lebih dahulu terhadap Aktiva perusahaan dibanding pemilik, maka modal disebut Aktiva netto . Pendapatan / Income / Revenue pendapatan adalah hasil dari kegiatan usaha perusahaan yang dapat meningkatkan jumlah Aktiva atau penurunan kewajiban. Hasil kegiatan usaha ini berasal dari penjualan barang atau jasa, penyewaan Aktiva, meminjamkan uang dan aktivitas usaha lainnya dalam satu periode. Peningkatan Aktiva yang berasal dari pembelian harta, investasi oleh pemilik dengan pinjaman, tidak termasuk pendapatan. Pendapatan digolongkan menjadi dua yaitu Pendapatan Usaha,yaitu hasil yang diperoleh dari kegiatan usaha pokok perusahaan. Misalnya pendapatan pengangkutan, pendapatan sewa, pendatan tour dan lain-lain. Pendapatan Di luar Usaha /Lain-lain,yaitu pendapatan yang diterima dari luar kegiatan utama perusahaan. Misalnya pendapatan bunga dari bank, laba atas penjualan Aktiva tetap. Beban / Expenses Beban merupakan biaya pengorbanan yang terjadi untuk memperoleh pendapatan. Beban dikelompokkan menjadi dua yaitu Beban Usaha,yaitu biaya yang terjadi dari aktivitas usaha pokok utama perusahaan. Misal beban gaji, beban sewa, dan lain-lain. Beban Lain-lain,yaitu biaya yang terjadi dari aktivitas diluar usaha utama perusahaan. Misal beban bunga bank, rugi penjualan Aktiva tetap, dan lain-lain. Chart Of Account atau dapat disebut dengan bagan akun merupakan istilah yang tidak asing lagi Anda dengar dalam ilmu akuntansi. Chart Of Account ini sangat penting bagi dunia bisnis khususnya untuk pebisnis yang pastinya meninginkan pembukuan yang rapih. Dengan Chart Of Account ini merupakan awal dari pembuatan pembukuan laporan keuangan dalam bisnis Anda. Selain itu pun dalam kegiatan bisnis tidak luput dari adanya konsep dasar akuntasi sebagai dasar dalam proses mencatat, meringkas, mengolah , dan lain sebagainya. Chart Of Account dapat mempermudah Anda dalam membuat laporan keuangan Anda. Mengingat dalam ilmu akuntansi yang merupakan sebuah aktifitas dalam pencatatan dan pengelolaan keuangan, hal ini menjadi landasan munculnya pelaporan standar akuntansi pemerintah kepada pihak yang berkepentingan tersebut. Definsi Chart Of AccountJenis - Jenis Chart Of Account1. Angka numerik2. Huruf alphabet3. Campuran Angka Dan HurufSyarat Pembuatan Chart Of AccountChart Of Account Perusahaan JasaChart Of Account Perusahaan DagangChart of Account Perusahaan ManufakturContoh Chart of Account Perusahaan Manufaktur Definsi Chart Of Account Definisi Chart Of Account adalah suatu daftar rangkaian akun-akun yang sudah disusun secara sistematis dan teratur dengan menggunakan simbol-simbol huruf, angka, atau paduan antara keduanya. Tidak sedikit orang yang salah mengartikan Chart Of Account. Dalam kegiatan setiap harinya Chart Of Account mayoritas menyebutnya dengan kode akun. Namun sebenarnya istilah dalam kode akun yang benar itu adalah account code. Jadi dapat diakatakan Chart of account COA atau yang dikenal dengan bagan akun itu sendiri adalah sebuah daftar yang diatur dan disusun secara sistematis dalam struktur akun tertentu yang terdiri atas nama akun dan kode akun. Jenis akun yang ada dalam sistem informasi akuntansi harus diberi kode atau nomor yang bisa dikelompokan ke dalam 6 kategori utama, antara lain 1. Aset atau harta. 2. Liabilitas atau kewajiban. 3. Ekuitas atau modal. 4. Pendapatan. 5. Harga pokok penjualan HPP. 6. Beban-beban. Jenis - Jenis Chart Of Account Setelah memperdalam definisi dan manfaat dari Chart of Account, berikut Adapun jenis – jenis Chart Of Account yaitu 1. Angka numerik Jenis Chart Of Account yang pertama ini adalah berupa Angka yang merupakan simbol yang dimana selalu dipakai dalam pembuatan kode akun di dalam chart of account atau bagan akun. Contoh Chart Of Account 100-000 asset atau aktiva, 200-000 utang, 300-000 modal, 500-000 harga pokok penjualan, dan lain sebagainya. 2. Huruf alphabet Huruf adalah jenis chart of account yang kedua yang dimana dapat diartikan simbol yang tidak sering digunakan dalam pembuatan kode akun di chart of account. secara general, huruf selalu digunakan untuk kode nama perusahaan, nama supplier, nama pelanggan atau pembeli, nama wilayah atau daerah, nama bank, dan lain sebagainya. sebagai Contoh RCPC kode nama untuk perusahaan PT Ricky Pacific, TSPC PT. Tempo Pasific, tbk 3. Campuran Angka Dan Huruf Jenis chart of account yang ketiga ini adalah Simbol campuran angka dan huruf yang biasanya dipakai pada saat simbol huruf yang sudah digunakan untuk nama bank, kode nama wilayah, kode nama daerah, nama pelanggan, nama supplier, maupun nama perusahaan, tapi masih dibutuhkan pembagian lanjutan supaya kode lebih jelas dan mudah dimengerti oleh pihak yang terkait. Syarat Pembuatan Chart Of Account Untuk pembuatan Chart Of Account tidak semudah yang Anda bayangkan. Tentunya dalam pembuatan Chart Of Account ini harus sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku ada di Indonesia Ada hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun diantaranya 1. Nomor harus dibuat seunik mungkin artinya setiap nomer hanya dipakai untuk satu akun perkiraan saja. 2. Akun perkiraan di masukkan kedalam kelompok atau sub kelompok. sebagai contohnya kas, piutang dan peralatan dimasukkan kedalam aktiva lancar. 3. Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan. Contohnya piutang dagang dengan piutang lain-lain. 4. Pemberian nomor usahakan tidak terlalu ketat, karena akan mempermudah jika terjadi penambahan sejumlah akun baru. Contohnya kelompok beban diberi nomor 600. 605 beban angkutan. 610 beban lainya. Kalau adanya penambahan dapat disisipkan antara 605 -610. 5. Nama akun rekening diharuskan singkat dan jelas. Contohnya Beban perjalanan luar kota untuk direksi lebih baik daripada Beban perjalanan dinas. Chart Of Account Perusahaan Jasa Berikut adalah pengelompokan akun dalam Chart of Account perusahaan jasa 100 Aktiva Lancar 101 Kas 102 Persediaan Barang Dagang 103 Piutang Usaha 104 Penyisihan Piutang Usaha 105 Wesel Tagih 106 Perlengkapan 107 Iklan Dibayar Dimuka 108 Sewa Dibayar Dimuka 109 Asuransi Dibayar Dimuka 11 Investasi Jangka Panjang 111 Investasi Saham 112 Investasi Obligasi12 Aktiva Tetap 121 Peralatan 122 Akumulasi Penyusutan Peralatan 123 Kendaraan 124 Akumulasi Penyusutan Peralatanan Kendaraan 125 Gedung 126 Akumulasi Penyusutan Gedung 127 Tanah 13 Aktiva Tetap Tidak Berwujud 131 Hak Paten 132 Hak Cipta 133 Merk Dagang 134 Goodwill 135 Franchise 14 Aktiva Lain-Lain 141 Mesin Yang Tidak Digunakan 142 Beban Yang Ditangguhkan 143 Piutang Kepada Pemegang Saham 144 Beban Emisi Saham 20 Kewajiban 201 Utang Usaha 202 Utang Wesel 203 Beban Yang Masih Harus Dibayar 204 Utang Gaji 205 Utang Sewa Gedung 206 Utang Pajak Penghasilan 21 Kewajiban Jangka Panjang 211 Utang Hipotek212 Utang Obligasi 213 Utang Gadai 30 Ekuitas 301 Modal/Ekuitas Pemilik 302 Prive 40 Pendapatan 401 Pendapatan Usaha 410 Pendapatan Diluar Usaha 50 Beban 501 Beban Gaji Toko 502 Beban Gaji Kantor 503 Beban Sewa Gedung 504 Beban Penyesuaian Piutang 505 Beban Perlengkapan Kantor 506 Beban Perlengkapan Toko 507 Beban Iklan 508 Beban Penyusutan Peralatan 509 Beban Penyusutan Gedung 510 Beban Bunga 511 Beban Lain-Lain Chart Of Account Perusahaan Dagang Chart Of Account pada perusahaan dagang ini sedikit tidak sama dengan perusahaan jasa dengan Chart Of Account pada perusahaan dagang. Pada perusahan dagang terdapat pula saldo normal akun, yang dalam pengertiannya saldo normal akun adalah sebuah pengelompokan terhadap suatu akun yang merupakan salah satu dari prinsip pembukuan yang berpasangan. Untuk saldo normal akun pada perusahaan dagang sebetulnya secara keseluruhan sama dengan pada saldo akun untuk perusahaan jasa, namun hanya saja pada perusahaan dagang terdapat akun persediaan barang dagang yang merupakan kelompok dari aktiva atau asset. Pastinya saja dengan dasar aktiva adalah mempunyai saldo normal akun di sisi debit. Baca juga Penjelasan Akuntansi Keuangan Daerah dan Metode Pencatatannya Berikut adalah akun-akun yang tidak ada pada perusahaan jasa namun ada pada perusahaan dagang. Akun Persediaan dicantumkan dalam kelompok aset Persediaan Bahan Baku Persediaan Bahan Pembantu Persediaan Suku Cadang Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan Barang Jadi Akun Biaya Produksi ditulis dalam kelompok harga pokok Biaya Bahan Baku Biaya Upah Langsung Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik Dibebankan Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya Barang Dalam Proses Awal dan Akhir Barang Jadi Awal dan Akhir Barang Jadi Standar [elementor-template id="26379"] Chart of Account Perusahaan Manufaktur Setelah diperjelas di bagian awal tulisan ini, pada dasarnya kode akun atau daftar akun perusahaan manufaktur dengan perusahaan jasa dan dagang tidak jauh berbeda, bahwa chart of account terdiri dari 5 bagian yaitu Bagian Aset Aktiva Aset Lancar, seperti Kas dan Setara Kas, Persediaan, Piutang Usaha Aset Tetap, seperti Tanah, Gedung, Kendaraan. Bagian Utang Liabilitas Utang Lancar Utang Jangka Panjang Utang Lain-lain Bagian Modal Ekuitas Modal Disetor Laba Ditahan Bagian Penerimaan pendapatan Bagian Biaya beban Biaya Gaji Biaya Administrasi dan Umum Biaya Transportasi Biaya Air Biaya Listrik Biaya Telpon Biaya Lain-lain. Sedangkan perusahaan manufaktur punya beberapa akun khusus yang tidak dipunyai oleh perusahaan dagang dan jasa. Contoh Chart of Account Perusahaan Manufaktur Berikut ini contoh chart of account perusahaan manufaktur dengan klasifikasi akun dalam chart of account, yang terdiri dari 5 bagian utama yaitu A Daftar Akun chart of account list bagian Balance Sheet Neraca/ Laporan Posisi Keuangan 1. Harta Harta Lancar Kas Kas Kecil Kas IDR Kas USD Kas USD Exchange Undeposited Funds Bank Bank ABC Bank XYZ Piutang Usaha Piutang Usaha IDR Piutang Usaha USD Piutang USD Exchange Piutang Usaha Lain-lain Persediaan Persediaan Bahan Baku Persediaan Bahan Pembantu Persediaan Bahan Dalam Proses Persediaan Barang Jadi Pembayaran Dimuka Sewa dibayar dimuka Asuransi dibayar dimuka Biaya Dibayar Dimuka PPN Masukan Pajak 22 dibayar dimuka Pajak 23 dibayar dimuka Pajak 25 dibayar dimuka Uang Muka Pembelian Uang Muka Pembelian USD Uang Muka Pembelian IDR Harta Lancar Lainnya Harta Tidak Lancar Tanah Nilai Buku Gedung Gedung Kantor Gedung Pabrik Akumulasi Penyusutan Gedung Kantor Akumulasi Penyusutan Gedung Pabrik Nilai Buku Mesin Mesin Pabrik Mesin Kantor Akumulasi Penyusutan Mesin Pabrik Akumulasi Penyusutan Mesin Kantor Nilai Buku Kendaraan Kendaraan Pabrik Kendaraan Kantor Akumulasi Penyusutan Kendaraan Pabrik Akumulasi Penyusutan Kendaraan Kantor Harta Tidak Berwujud Merk Dagang Hak Cipta Goodwill Aktiva Tetap dalam proses 2. Utang Kewajiban Lancar Kredit Bank Credit Card Bank ABC Giro Kredit Bank XYZ Utang Usaha Utang Usaha IDR Utang Usaha USD Utang terima barang Utang usaha lain-lain Utang PPN PPN Masukan PPN Keluaran Utang PPN Income Tax Payable Utang PPH 21 Utang PPH 22 Utang PPH 23 Utang PPH 29 Utang Pajak Lain-lain Utang Biaya Utang Gaji dan Upah Utang Iklan Utang Utilitas Utang Biaya Lain-lain Uang Muka Penjualan Uang Muka Penjualan IDR Uang Muka Penjualan USD Utang Lancar Lainnya Kewajiban Jangka Panjang Utang Bank Utang Jangka Panjang Lainnya 3 Modal Modal Saham Modal Saham ABC Modal Saham XYZ Laba Ditahan Laba Ditahan tahun X Laba Ditahan tahun Y Laba Ditahan Laba Tahun berjalan Selisih saldo awal B Daftar Akun/ Kode Akun chart of account list Bagian Laporan Laba Rugi Income Statement/ Statement of Profit Loss 4 Penjualan Penjualan Produk Penjualan Produk A Penjualan Produk B Penjualan lain-lain Retur dan Potongan Penjualan Retur Penjualan Potongan Penjualan Pendapatan Usaha Lainnya 5 Harga Pokok Penjualan Barang Jadi Awal Biaya Produksi Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik Barang dalam proses awal Barang dalam proses akhir Barang Jadi Akhir HPP Barang Jadi Work In Process WIP Barang Jadi HPP lainnya HPP Bahan Baku HPP lainnya 6 Beban Usaha Beban Penjualan dan Pemasaran Beban Gaji Penjualan Gaji Penjualan Komisi dan Bonus Penjualan Gaji Upah Penjualan Lain-lain Beban Transportasi Penjualan Transportasi Penjualan Entertaint Penjualan Negosiasi Penjualan Transportasi Penjualan Lainnya Beban Promosi atau Iklan Iklan di internet Beban promosi lainnya Beban Marketing Lainnya Beban Penjualan Lain-lain Beban Adm dan Umum Beban Gaji Adm dan Umum Gaji Adm Umum Tunjangan dan Insentif Adm Umum Bonus Adm umum Gaji adm dan umum lain-lain Beban Transportasi Adm dan Umum Transport Adm Umum Pemeliharaan Transportasi Umum Lainnya Beban Utilitas Listrik Telp Air Internet Beban Utilitas Lainnya Beban Adm dan Umum lainnya Beban Kerugian Piutang Beban Adm Umum Lain-lain 7 Pendapatan Diluar Usaha Pendapatan Bunga Pendapatan Bunga Pajak Bunga Bank Pendapatan Sewa Selisih Kurs 8 Biaya Diluar Usaha Beban Bunga Beban Adm Bank Pajak Penghasilan Badan Daftar akun di atas dapat dijadikan chart of account dengan template excel. Bagaimana cara menambah nomor akun di chart of account? Untuk menambah chart of account adalah dengan menambahkan kode akun yang belum ada di daftar akun. Berikut Caranya Kode akun digit 1 Nomor akun utama, contohnya 1 untuk aset Kode akun digit 2 Nomor akun sub dari akun utama, misalnya; 11 untuk sub akun aset. Kode akun digit 3 Nomor akun sub sub dari akun utama, dan seterusnya. Dan setelah Anda lebih memahami apa iti Chart Of Account, Contoh Chart Of Account, contoh Chart Of Account dalam perusahaan jasa, dagang dan manufaktur dan seiring perkembangan teknologi anda dapat dibantu dengan sebuah software akuntansi yang dapat mempermudah Anda untuk mencatat setiap keuangan pada bisnis Anda tersebut. Jangan sampai bisnis Anda memiliki profit namun Anda tidak bisa menggunakan profit itu sendiri dan keuangan bisnis Anda menjadi acak-acakan. Untuk mencatat keuangan dengan baik dan rapi perlu suatu sistem pencatatan keuangan yang tidak hanya sekedar mencatat saja, namun sistem tersebut mampu secara fleksibel bisa digunakan dan cocok pada bisnis yang Anda jalankan saat ini. Sistem pencatatan keuangan tersebut Harmony Smart Accounting Solution. Berawal dari rumitnya membuat sebuah pencatatan keuangan yang dibutuhkan masyarakat, Harmony Smart Accounting Solution kini sudah menjadi kebutuhan primer bagi pebisnis dinamis dalam membantu mereka melakukan pencatatan keuangan bisnis yang sedang dijalankan. Dengan teknologi tinggi dan user friendly, Harmony menjadi salah satu pilihan para ribuan pebisnis yang telah terbantu dalam hal laporan keuangan, seperti yang diinformasikan melalui konferensi tahunan kami di FinTax Fair 2019 . Mulai gunakan Harmony untuk membereskan pembukuan bisnis Anda dan dapatkan Gratis 30 Hari disini dengan mendaftarkan akun bisnis/ perusahaan Anda. Dan nikmati perkembangan dunia akuntansi dan laporan keuangan berbasis teknologi dalam genggaman Anda hanya di Harmony Smart Accounting Solution. Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Kode Akun Akuntansi Pengertian, dan 6 Cara Mudah dalam Membuatnya Kode Akun Akuntansi Pengertian, dan Cara Mudah dalam Membuatnya Kode akun akuntansi atau chart of account pasti sudah sangat akrab di telinga Anda, para akuntan dan Anda yang bekerja di divisi keuangan. Kode ini akan sangat memudahkan Anda dalam melakukan pencatatan dan analisis transaksi di suatu perusahaan. Banyak pebisnis yang sepakat bahwa laporan keuangan menjadi hal yang penting karena mampu membantu membuat keputusan dan membuat strategi bisnis. Untuk itu, pencatatan yang dilakukan di dalamnya tidak boleh dianggap remeh. Lantas, apa itu kode akun akuntansi? Dapatkan jawaban lengkapnya dengan membaca artikel kode akun akuntansi di bawah ini hingga selesai. Pengertian Kode Akun Akuntansi Dilansir dari Investopedia, kode akun akuntansi adalah serangkaian angka atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan akun-akun dalam sistem akuntansi dalam suatu entitas. Kode akun membantu dalam pengorganisasian dan pengelompokan akun-akun berdasarkan jenis, sifat, atau fungsi mereka. Tujuan utama dari kode akun akuntansi adalah untuk memfasilitasi pengelompokan dan pengklasifikasian transaksi keuangan secara sistematis. Dengan menggunakan kode akun akuntansi, entitas dapat mengidentifikasi dengan mudah akun-akun yang terkait dengan transaksi tertentu dan memperlakukan mereka sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku. Kode akun biasanya terdiri dari serangkaian digit atau karakter yang memiliki makna tertentu. Sebagai contoh, digit pertama dalam kode akun dapat mewakili kelompok akun tertentu, seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, atau biaya. Digit-digit berikutnya dapat menunjukkan subkelompok akun atau jenis akun tertentu dalam kelompok tersebut. Penerapan kode akun akuntansi yang baik dapat memberikan manfaat berikut Organisasi dan pengelompokan yang baik Kode akun membantu dalam mengorganisasikan dan mengelompokkan akun-akun dalam sistem akuntansi, sehingga memudahkan pencarian dan analisis data keuangan. Pengidentifikasian transaksi Dengan menggunakan kode akun, transaksi dapat dengan mudah diidentifikasi dan diklasifikasikan ke dalam akun yang relevan, sehingga mempermudah pemrosesan dan pelaporan data keuangan. Konsistensi dan standarisasi Kode akun memastikan bahwa akun-akun yang sama atau serupa diberi kode yang seragam dalam sistem akuntansi, sehingga memfasilitasi pembandingan dan analisis yang akurat. Skalabilitas Dengan menggunakan kode akun, sistem akuntansi dapat dengan mudah diperluas atau dimodifikasi untuk mengakomodasi akun-akun baru yang dibutuhkan oleh entitas seiring berkembangnya bisnis. Perlu digaris bawahi bahwa setiap perusahaan dapat mengembangkan kode akun yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya sendiri. Kode akun yang digunakan pada perusahaan yang satu kemungkinan akan berbeda dari perusahaan yang lain, tergantung pada jenis bisnis, industri, dan persyaratan pelaporan yang berlaku. Baca juga Pengertian Purchase Quotation, Fungsi dan 9 Cara Mudah dalam Membuatnya Cara Mudah Membuat Kode Akun Akuntansi Berikut adalah beberapa cara sederhana untuk membuat kode akun akuntansi Identifikasi jenis akun Pertama, identifikasi jenis-jenis akun yang akan digunakan dalam sistem akuntansi Anda. Jenis-jenis akun umum meliputi aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya. Tentukan level hierarki Selanjutnya, tentukan tingkat hierarki yang ingin Anda terapkan pada kode akun Anda. Misalnya, Anda dapat menggunakan digit pertama sebagai kelompok akun umum, digit kedua sebagai subkelompok, dan digit berikutnya sebagai kode spesifik untuk masing-masing akun. Atur pola kode Sesuaikan pola atau format kode akun yang akan digunakan. Anda dapat menggunakan digit, huruf, atau kombinasi keduanya, tergantung pada kebutuhan dan preferensi Anda. Pastikan pola yang Anda tentukan mudah dipahami dan diingat oleh pengguna sistem akuntansi. Tentukan angka atau simbol yang mewakili setiap jenis akun Berikan angka atau simbol yang mewakili setiap jenis akun yang telah Anda identifikasi sebelumnya. Misalnya, mungkin Anda memilih angka 1 untuk aset, angka 2 untuk kewajiban, angka 3 untuk ekuitas, angka 4 untuk pendapatan, dan angka 5 untuk biaya. Tentukan angka atau simbol untuk setiap subkelompok akun Jika Anda menggunakan subkelompok akun, tentukan angka atau simbol yang akan mewakili setiap subkelompok dalam masing-masing kelompok akun. Misalnya, dalam kelompok aset, Anda mungkin menggunakan angka 11 untuk kas, angka 12 untuk piutang, dan angka 13 untuk persediaan. Berikan kode spesifik untuk setiap akun Setelah menentukan kelompok dan subkelompok, berikan kode spesifik untuk masing-masing akun. Pastikan setiap akun memiliki kode yang unik dan tidak tumpang tindih dengan akun lain dalam sistem akuntansi Anda. Contoh kode akun akuntansi Kas Bank Utang Usaha Utang Pajak Modal Pemilik Pendapatan Penjualan Biaya Gaji Biaya Sewa Perlu digaris bawahi bahwa kode akun akuntansi pada setiap perusahaan berbeda-beda. Anda perlu menyesuaikan kode akun sesuai dengan kebutuhan dan struktur akuntansi perusahaan Anda. Selain itu, pastikan untuk mengomunikasikan dan melatih pengguna sistem akuntansi Anda agar mereka bisa memahami dan menerapkan kode akun dengan benar. Baca juga Contoh Buku Kas dan Cara Sederhana dalam Membuatnya Penutup Kode akun dalam akuntansi adalah serangkaian angka atau simbol yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan akun-akun dalam sistem akuntansi suatu entitas. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi pengorganisasian, pengelompokan, pengidentifikasian, dan pengklasifikasian transaksi keuangan secara sistematis. Dengan menggunakan kode akun, entitas dapat dengan mudah mencari, menganalisis, dan melaporkan data keuangan dengan lebih efisien. Langkah-langkah umum dalam membuat kode akun meliputi identifikasi jenis akun, menentukan level hierarki, mengatur pola kode, menentukan angka atau simbol untuk setiap jenis akun, dan memberikan kode spesifik untuk masing-masing akun. Penting untuk menyesuaikan kode akun sesuai dengan kebutuhan dan struktur akuntansi entitas, serta melatih pengguna sistem akuntansi agar dapat menerapkan kode akun dengan benar. Namun bila Anda merasa hal tersebut merepotkan, Anda bisa menyerahkannya pada Accurate Online. Kenapa? Karena software akuntansi yang sudah dipercaya oleh lebih dari 500 ribu pebisnis ini akan membuat setiap kegiatan akuntansi Anda diselesaikan secata otomatis, cepat dan akurat. Anda juga nantinya bisa lebih mudah dalam menglola persediaan, melakukan penjualan dan pembelian, dan masih banyak lagi. Penasaran? Langsung saja coba dan gunakan Accurate Online sekarang juga dengan klik tautan gambar di bawah ini. Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 12 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link

berikan penjelasan klasifikasi akun dalam suatu perusahaan